November 5, 2015
Diminta Kejar Rp 1.295 T, Dirjen Pajak: Memang Targetnya Sangat Tinggi
Target pajak tahun ini Rp 1.295 triliun dinilai sangat tinggi. Hingga 4 November 2015, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak baru bisa mengumpulkan 60% atau Rp 774 triliun. Kondisi ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) khawatir.
Dirjen Pajak, Sigit Priadi Pramudito mengatakan, di tahun ini sebenarnya strategi Ditjen Pajak sudah berhasil, namun target sangat tinggi.
“Loh menurut saya berhasil, memang targetnya saja yang sangat tinggi, dan kita mulainya kan di tengah tahun. Jadi karena memang strateginya awalnya tidak di awal tahun jadi kita kerja setengah tahun. Tapi itu bukan alasan, saya menerima semua itu, kita berupaya, kalau tidak tercapai ya itu sudah maksimal dari kita,” tegas Sigit lugas, di kantor pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Dia mengatakan, pemungutan tunggakan pajak (reinventing) sejauh ini sudah mencapai Rp 75 triliun, dan akan diteruskan pada tahun depan. Kemudian ada kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak di tahun depan.
Untuk tahun ini, di sisa waktu yang kurang dari 2 bulan, Ditjen Pajak mengejar setoran tambahan Rp 300 triliun. “Rp 80 triliun untuk November, dan Desember sekitar Rp 100 triliun. Kalau kita lihat rutin seperti tahun lalu,” kata Sigit.
Realisasi penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 diperkirakan hanya mencapai Rp 1.100 triliun, atau kurang Rp 195 triliun dari target Rp 1.295 triliun. Namun Sigit berusaha agar kekurangan penerimaan pajak (shortfall) tidak melebihi Rp 160 triliun dari target di APBN-P 2015.
Sumber: http://finance.detik.com/read/2015/11/05/193105/3063391/4/diminta-kejar-rp-1295-t-dirjen-pajak-memang-targetnya-sangat-tinggi